As I promised you, a new song for you to download legally from me (available for 7 days only)
Ain't Gonna Leave This Club
http://www.sendspace.com/file/7nzg8a
Enjoy :)
JFlow
Jumat, 11 November 2011
Senin, 17 Oktober 2011
RBT Rejeki Bagi Telco?
Musisi, label, dan industri musik Indonesia heboh karena rencana BRTI dan Menkominfo untuk "menertibkan" regulasi dan praktek pemasangan RBT (Ring Back Tone) di ponsel konsumen.
Gue pribadi tidak merasa terganggu atau khawatir, mungkin karena selama ini rejekinya memang bukan dari situ, atau mungkin karena gue percaya bahwa musisi tidak seharusnya tergantung pada pemasukan dari RBT. Jujur, fenomena RBT juga berkontribusi terhadap banyak lahirnya "musisi/penyanyi RBT" yang fokusnya bukan lagi menghasilkan karya yang bagus secara detail tapi mengasilkan sesuatu yang bisa dipotong 30 detik dan terdengar "aman" untuk speaker ponsel. Kerja keras musisi sejati di studio, menghabiskan berjam-jam mengulik sound yang diinginkan, mengawasi proses mixing sampai kepuasan itu tercapai akan terasa percuma saat lagu dipotong 30 detik dan kualitas bitrate diturunkan sampai serendah mungkin dengan output mono pula. Kalau alasannya orang Indonesia tidak mau membayar tiket konser dan beli cd original, coba tanya lagi kenapa mereka seperti itu. Mungkin kami, musisi, yang harus bekerja lebih keras sehingga penikmat musik tidak merasa keberatan/rugi untuk mengeluarkan uang demi menikmati karya dan kerja keras kami. Jangan dibalik. Masyarakat berhak memilih bagaimana mereka mau menggunakan uangnya. Gue jauh lebih takut bila live performance yang dilarang/dipersulit, karena tidak ada kenikmatan yang melebihi manggung secara live dihadapan orang2 yang menghargai karya si performer.
Gue mengapresiasi dan setuju dengan langkah Menkominfo yang mewajibkan semua telco (telecommunication company) dan CP mereset semua subskripsi dan mengUNREG semua pelanggan sejak tadi malam pkl 00.00. Dengan begini, tidak ada yang terjebak, dan musisi yang sangat mengandalkan RBTpun bisa secara obyektif melihat seberapa besar angka penjualannya secara murni tanpa "akal2an" telco lagi. Coba pikir, tetap saja musisi mendapat share paling kecil dari scheme RBT ini. Keuntungan terbesar ada di telco, kemudian label, penulis lagu (syukur2 si musisi menulis lagunya sendiri) dan kemudian si musisi. Jadi harusnya yang paling panik dengan masalah ini ya si telco, bukan musisi. Gue bukan musisi kaya dan terkenal, main di TV membawakan karya gue aja bisa dihitung pakai jari. Tapi gue bisa bilang gue hidup berkecukupan dengan bagi2 lagu gratis, berjualan cd album dan membuat konser berbayar sendiri secara rutin. Musisi ada untuk berkarya, uang dan ketenaran dan lainnya akan mengikuti bila kualitas dan konsistensi dipelihara. Maaf bila terdengar sok tau, atau menggurui maupun menyinggung siapapun. Ini yang gue tau dan gue rasa, guepun menghormati bagi yang tidak sependapat. Intinya, jangan biarkan apapun menghalangi kita berkarya.
Music for life!!
@jflowrighthere
Gue pribadi tidak merasa terganggu atau khawatir, mungkin karena selama ini rejekinya memang bukan dari situ, atau mungkin karena gue percaya bahwa musisi tidak seharusnya tergantung pada pemasukan dari RBT. Jujur, fenomena RBT juga berkontribusi terhadap banyak lahirnya "musisi/penyanyi RBT" yang fokusnya bukan lagi menghasilkan karya yang bagus secara detail tapi mengasilkan sesuatu yang bisa dipotong 30 detik dan terdengar "aman" untuk speaker ponsel. Kerja keras musisi sejati di studio, menghabiskan berjam-jam mengulik sound yang diinginkan, mengawasi proses mixing sampai kepuasan itu tercapai akan terasa percuma saat lagu dipotong 30 detik dan kualitas bitrate diturunkan sampai serendah mungkin dengan output mono pula. Kalau alasannya orang Indonesia tidak mau membayar tiket konser dan beli cd original, coba tanya lagi kenapa mereka seperti itu. Mungkin kami, musisi, yang harus bekerja lebih keras sehingga penikmat musik tidak merasa keberatan/rugi untuk mengeluarkan uang demi menikmati karya dan kerja keras kami. Jangan dibalik. Masyarakat berhak memilih bagaimana mereka mau menggunakan uangnya. Gue jauh lebih takut bila live performance yang dilarang/dipersulit, karena tidak ada kenikmatan yang melebihi manggung secara live dihadapan orang2 yang menghargai karya si performer.
Gue mengapresiasi dan setuju dengan langkah Menkominfo yang mewajibkan semua telco (telecommunication company) dan CP mereset semua subskripsi dan mengUNREG semua pelanggan sejak tadi malam pkl 00.00. Dengan begini, tidak ada yang terjebak, dan musisi yang sangat mengandalkan RBTpun bisa secara obyektif melihat seberapa besar angka penjualannya secara murni tanpa "akal2an" telco lagi. Coba pikir, tetap saja musisi mendapat share paling kecil dari scheme RBT ini. Keuntungan terbesar ada di telco, kemudian label, penulis lagu (syukur2 si musisi menulis lagunya sendiri) dan kemudian si musisi. Jadi harusnya yang paling panik dengan masalah ini ya si telco, bukan musisi. Gue bukan musisi kaya dan terkenal, main di TV membawakan karya gue aja bisa dihitung pakai jari. Tapi gue bisa bilang gue hidup berkecukupan dengan bagi2 lagu gratis, berjualan cd album dan membuat konser berbayar sendiri secara rutin. Musisi ada untuk berkarya, uang dan ketenaran dan lainnya akan mengikuti bila kualitas dan konsistensi dipelihara. Maaf bila terdengar sok tau, atau menggurui maupun menyinggung siapapun. Ini yang gue tau dan gue rasa, guepun menghormati bagi yang tidak sependapat. Intinya, jangan biarkan apapun menghalangi kita berkarya.
Music for life!!
@jflowrighthere
Minggu, 16 Oktober 2011
We Are One Lyrics
Hi teman2 :) maaf nih lama ngilang, lagi ngejar deadline album DreamBrave. Lagu yang sekarang di radio judulnya We Are One, ada yang belum denger? Nih gue kasih full liriknya disini ya. Oh ya, album masih bisa di Pre Order by akun twitter @FoJofficial atau facebook.com/jflowpage.
Ini link teasernya: http://soundcloud.com/jflowrighthere
We Are One
Song and lyrics by @jflowrighthere
Arrangement by @dennisnussy @torankambarita
Add vocals by @aliasings @ondohutapea
We Are One
Chorus
We are many we are one living under the same sun
We are many we are one we are one we are one
Verse
We're a land of more than 15 thousand islands
The ocean people dont just stand down in silence
Its time to get up man, let your voice be heard
The race is on now we gotta be the first
Bhineka Tunggal Ika unity in diversity
Kita pasti bisa together live in unity
Im Indonesian man, and Im proud
One hell of a nation I tell u what
Invaders came here but we kicked them out
Im Indonesian man, and Im proud
Once upon a time in the east there was this land that is so full of bliss
A land so rich we got everything a land so fertile you can plan almost anything
Lets forget the past move forward we got a lot to do
To be the best man its up to me and you
Verse
Cuz these are the truth that you rarely being told
That we're so rich of oil and gold
And gas and minerals and all kinds of riches
The mountains rivers and beautiful beaches
We were once the leader of the region
Lion of Asia we didnt get for no reason
Your government might issue a travel warning
But right here we miss you so keep on coming
To this land where the people are nice
The spot on earth they call the paradise
Cuz we're surrounded by the ring of fire
We're not afraid we will only go higher
Im Indonesian man, and Im proud
One hell of a nation I tell u what
Invaders came here but we kicked them out
Im Indonesian man, and Im proud
Bridge
Now is the time we take our stand
To stay united till the end
We dont give up we dont give in
We dont give it up we dont give it in
Under one flag the red and white
Indonesia, we will be alright
Ini link teasernya: http://soundcloud.com/jflowrighthere
We Are One
Song and lyrics by @jflowrighthere
Arrangement by @dennisnussy @torankambarita
Add vocals by @aliasings @ondohutapea
We Are One
Chorus
We are many we are one living under the same sun
We are many we are one we are one we are one
Verse
We're a land of more than 15 thousand islands
The ocean people dont just stand down in silence
Its time to get up man, let your voice be heard
The race is on now we gotta be the first
Bhineka Tunggal Ika unity in diversity
Kita pasti bisa together live in unity
Im Indonesian man, and Im proud
One hell of a nation I tell u what
Invaders came here but we kicked them out
Im Indonesian man, and Im proud
Once upon a time in the east there was this land that is so full of bliss
A land so rich we got everything a land so fertile you can plan almost anything
Lets forget the past move forward we got a lot to do
To be the best man its up to me and you
Verse
Cuz these are the truth that you rarely being told
That we're so rich of oil and gold
And gas and minerals and all kinds of riches
The mountains rivers and beautiful beaches
We were once the leader of the region
Lion of Asia we didnt get for no reason
Your government might issue a travel warning
But right here we miss you so keep on coming
To this land where the people are nice
The spot on earth they call the paradise
Cuz we're surrounded by the ring of fire
We're not afraid we will only go higher
Im Indonesian man, and Im proud
One hell of a nation I tell u what
Invaders came here but we kicked them out
Im Indonesian man, and Im proud
Bridge
Now is the time we take our stand
To stay united till the end
We dont give up we dont give in
We dont give it up we dont give it in
Under one flag the red and white
Indonesia, we will be alright
Label:
album,
dreambrave,
jflow,
lagu,
lirik,
lyrics,
teaser,
we are one
Selasa, 21 Juni 2011
Ngerap Emang Gampang...Atau Ngga?
Beberapa jam lalu twit yg meluncur dari acc @jflowrighthere gue yang meRT pertanyaan soal bagaimana cara belajar teknik rap mendapat "perhatian" yang bertubi2 dari kalangan pelaku dan pecinta hiphop. Keterbatasan 140 karakter di twitter membuat gue mencoba menerangkan alasan dibalik twit gue yang dianggap "menghebohkan" tadi disini.
Ini isi tweet gue: "Ngerap gampang, bermusik yang susah".
Apa maksud gue ngomong seperti itu? Well, 1st of all, ini adalah opini pribadi gue, dan bukan dalil ilmiah yang perlu untuk dibuktikan kebenarannya/ harus disanggah.
Coba cerna analogi ini: Menulis itu gampang, memenangi Pulitzer itu susah. Keponakan gue umur 7 tahun bisa menulis dengan gampang, tapi apakah dia bisa disebut penulis dan seterusnya kita bisa bilang memenangi hadiah Pulitzer itu juga gampang? Ngga kan? Contoh lagi: Masak itu mudah (air misalnya), tapi jadi koki itu sulit. Ngebut itu gampang, jadi pembalap itu susah. Nyanyi itu gampang, @radityadika bisa kok (hihi, piiss dit) tapi jadi penyanyi yg memenangi Grammy? Susah banget!! Ngerap? Gampang!! Jadi rapper yang sukses menginspirasi banyak orang? Ga segampang itu :)
Waktu gue bilang ngerap itu gampang, gue mencoba membuka pemikiran orang2 awam yang memandang remeh profesi rapper. "Halah tinggal ngomong cepet gitu apa susahnya" itu biasanya yang dipikirkan orang. Gue mengatakan, ya, memang kalau cuma ngerap asal ngerap gampang. Tukang obat di tanah abang pun bisa.
Bermusik. Ini satu kata yang luas dan kompleks maknanya. "Rapper" sukses di Indonesia saat ini bukan cuma ngerap, kalau cuma ngerap harusnya kita punya ribuan rapper sukses nan kondang saat ini. Kenapa hanya segelintir yang naik? Karena mereka BERMUSIK, bukan NGERAP. Apa bedanya? Ngerap: dengerin beat, cari tema (kadang udah dikasih), tulis lirik berima (syukur2 bagus), rekam, bawain di panggung, selesai. Mudah bukan?
Bermusik: menentukan konsep secara keseluruhan dan detail, beat, tempo, sound yang dipakai, suasana yang mau dibangun, pesan lagu yang harus disampaikan, aransemen, lirik, notasi, hook, pembawaan di panggung, dll. Tidak mudah.
Jadi, buat rekan2 seprofesi, sebenarnya gue sedang membela harkat dan derajat profesi kita supaya ga dipandang "gampangan". Gue lagi kasih tau dunia luar bahwa ngerap asal ngerap itu gampang, tapi kita bukan ngerap asal ngerap, kita bermusik! Sayang, seperti biasa, gue dan kalian bagaikan anomali, jarang sekali bisa beriringan. Cinta kita terhadap hiphop sama besarnya, itu seharusnya cukup untuk mempersatukan kita. Gue ga sungkan untuk minta maaf kalau sikap dan pernyataan2 gue selama ini menyinggung/ menyakiti teman2, terutama para senior pendahulu. I respect u guys, I really do. Sukses terus dengan cara masing2 menaikkan hiphop di negara tercinta ini. Damai.
@jflowrighthere
Kamis, 29 Juli 2010
Single Baru: WOW!!

Hi, maaf absen lamaa banget..sibuk berat ngurusin karir karena sekarang balik DIY lagi, udah resign dari label yang release album pertama gue. Now im on my own but im not alone. Ada ibu manager yang baru, ada team management, ada anak2 band yg selalu siap membantu and i got u, bloggers :)
So, berhubung sekarang single fighter, gue memberanikan diri merilis sebuah single untuk radio, judulnya "WOW". Mulai banyak radio yang mainin lagu ini, gue tau lewat twitter. Yang belum pernah dengar boleh request atau liat klipnya di http://www.youtube.com/watch?v=H47BX1e9tj8 mohon bantuannya ya teman2, untuk menaikkan lagu ini supaya Indonesia punya pilihan lain warna musik yang beda..thank you :)
Selasa, 13 April 2010
DREAMBRAVE
Kenapa dua kata itu gue sambung? Karena kedua kata itu berhubungan sangat erat dan bahkan bisa jadi ambigram (dibolak balik secara vertikal) seoerti tattoo di tangan kiri gue.
I've said this too many times: I want to win the Grammy Award. Untuk bisa mencapainya, gue harus "Go International" dulu tentunya. Pembicaraan dengan seorang jurnalis dan pakar musik senior menghasilkan kesimpulan bahwa barometer seorang artis bisa dikatakan "Go International" adalah:
-Album dirilis dan bisa didapatkan diseluruh dunia, minimal di US
-Airplay radio dan TV
-Masuk chart Billboard
-Perform at real concerts
Wow, sounds like a tough homework kan..ternyata pergi manggung2 di luar negeri (apalagi kalau mainnya didepan orang2 Indonesia juga) belum bisa membuat artis disebut "Go International"
Tujuan gue buat note ini adalah sebagai "self-reminder" untuk memacu gue supaya ngga lengah dan cepat berpuas diri dan selalu sadar bahwa masih terjal dan panjang perjalanan ke puncak gunung yang gue tuju.
Dream brave, ladies and gentlemen.
I've said this too many times: I want to win the Grammy Award. Untuk bisa mencapainya, gue harus "Go International" dulu tentunya. Pembicaraan dengan seorang jurnalis dan pakar musik senior menghasilkan kesimpulan bahwa barometer seorang artis bisa dikatakan "Go International" adalah:
-Album dirilis dan bisa didapatkan diseluruh dunia, minimal di US
-Airplay radio dan TV
-Masuk chart Billboard
-Perform at real concerts
Wow, sounds like a tough homework kan..ternyata pergi manggung2 di luar negeri (apalagi kalau mainnya didepan orang2 Indonesia juga) belum bisa membuat artis disebut "Go International"
Tujuan gue buat note ini adalah sebagai "self-reminder" untuk memacu gue supaya ngga lengah dan cepat berpuas diri dan selalu sadar bahwa masih terjal dan panjang perjalanan ke puncak gunung yang gue tuju.
Dream brave, ladies and gentlemen.
Senin, 29 Maret 2010
Underground vs Mainstream?

Beberapa waktu lalu gue sempat terlibat dalam argumentasi, yang menurut gue cukup sehat, dengan beberapa teman dari komunitas hiphop lokal yang keberatan dengan tweet dan facebook status gue setelah menyaksikan liputan acara Metro TV tentang "Komunitas Rap Jakarta".
Semua berawal dari masuknya banyak mentions di tweeter gue dan sms serta bbm dari teman2 gue, fans, dan sesama musisi yang menyuarakan pendapatnya tentang apa yang baru saja mereka saksikan. Karena peduli, gue pun menyuarakan pendapat mereka, dan juga opini pribadi gue. Hasilnya? Panjang dan agak kurang mengenakkan. Lewat artikel blog ini gue sekali lagi minta maaf secara terbuka kepada pihak2 yang merasa tersinggung ataupun terganggu dengan statement gue.
Seriously guys, gue adalah orang yg sangat ingin menaikkan level hiphop di Indonesia. Gue ingin hiphop direspect, dikasih panggung yg layak, bayaran yg layak, liputan yg layak..dan itu udah mulai berhasil (minimal yg gue alamin dan rasain ya)..jadi waktu gue melihat rap battle, yg gue pikir cuma "ini terlalu berat dan kurang tepat untuk konsumsi masyarakat awam sekelas metro tv". Sekarang coba tanya diri sendiri, berapa banyak orang awam yg tidak suka hiphop bisa jadi suka diakibatkan menyaksikan rap battle, dan berapa banyak yg jadi suka karena mendengarkan lagu hiphop yg bagus/ menyaksikan live performance yang berkualitas?
Gue ga anti underground, hey gue sendiri 4 tahun berjuang di underground. Gue ga anti freestyle battle, gue ikutan dan pernah juara hiphop asongan back in 2007. Gue cuma berpendapat, jangan sampai orang takut sama hiphop karena perkenalannya salah, terlalu berat untuk pemula. Gue kenal seorang anak yg dilarang bapak-ibunya untuk beli cd artis hiphop yang "clean' karena takut "nanti kamu kasar kaya rapper".
Hiphop masih kecil dan piyik disini masbro, gue cuma berusaha melindunginya dari penghakiman orang2..makanya gue bilang menurut OPINI PRIBADI gue, yang ada di metro itu kurang pas untuk awam dan di program acara general. Mungkin lebih cocok untuk MTV Studio special edition "Rap Culture" misalnya..
Anyway, gue minta maaf untuk semua kesulitan yang timbul akibat komentar gue. Kita berjuang untuk tujuan yang sama, dengan cara yang berbeda. Gue mungkin lebih fokus di mainstreamnya, gue harap kalian mengerti, mau berjabat tangan, dan balik kerja bareng lagi menaikkan hiphop di tanah air..yuk, marii..
JFlow
Langganan:
Postingan (Atom)